Posted on 00:37 Hrs,April 11th, 2008 by Vankojo


SEPANJANG Hari Kamis (10 April 2008) mulai pagi sampai malam saya sengaja menghabiskan waktu untuk menyimak baik-baik semua laporan ekonomi penting terkait dunia foreign exchange alias forex –Saya main forex salah satunya di marketiva. Maklum, berbagai berita penting akan dirilis hari itu.  Tak sadar waktu sudah menunjukkan jam 10 malam larut + asyik meyimak berita mulai dari Trade Balance-nya UK, Interest Rate Statement-nya UK, Interest Rate Announcement-nya Euro, Trade Balance-nya Kanada, ECB President Trichet Speaks, Trade Balance-nya US, dan pidato Om Ben (Si Fed Chairman Bernanke Speaks). Kamis itu memang begitu lelah mengikuti perkembangan dunia finansial yang dilanda krisis ini. Sampai akhirnya jam 9.45 HP mulai berdering. Ternyata dari Saudara saya (adik) yang mengabarkan ada masalah di Bandara Soekarno Hatta. What’s matter?

Sebulan terakhir ini memang terdengar kabar sang saudara memang akan bekerja sebagai volunter PBB (entah sebagai apa kurang tahu persis) melalui salah satu jaringan NGO. Seminggu terakhir ia di Jakarta terlihat sibuk mengurus visa, paspor dan beberapa keperluan lain. Sedangkan saya sendiri jauh dari Jakarta, tentu tidak tahu detail soal ini.

Singkat cerita jam 9.45 malam tadi dia menelpon kalau “dicekal” di bandara, karena uang saku untuk syarat fiskalnya kurang memenuhi syarat. Katanya kurang, Rp. 20.000,- dasar sableng, bisa-bisanya kok sampai tidak diperhatikan soal ini. Yang bikin situasi makin rumit adalah ketika pesawat yang akan membawanya ke Dubai akan berangkat jam 10.10 WIB.

Mencoba keluar mencari ATM BCA di bandara. Celakanya tak sepeserpun ada duit di rekeningnya. Untung masih ada pulsa dan mengirim SMS isinya minta ditranfer sejumlah uang untuk keperluan ini. Karena posisi saya saat itu sedang di depan komputer dan di sebelah saya ada Key BCA, saya langsung transfer seketika.

Tapi tranfer melalui bank ini tidak bisa otomatis terkirim lancar. Sampai dengan 5-10 setelah mentranfer uang tak kunjung datang di ATM-nya. Saya kontak Hallo BCA, memang benar tranfer di atas jam itu seringkali belum terkirim karena bank sedang melakukan pembukuan atau apa namanya. Wah dalam hati rasanya sudah batal dia berangkat. Give up. Pesawat segera mau berangkat dalam beberapa menit lagi.

TAPI DI ATAS SEMUA PERENCANAAN MANUSIA, Tuhan lebih digdaya. Entah bagaimana ceritanya dia kenal dengan seseorang bernama Ibu “ES” di bandara. Si Ibu bilang baru saja pulang dari Makao (?), dan segera mau berangkat lagi ke HK (Hongkong?). Singkat cerita, si ibu memberikan uang 10 kali lipat dari kebutuhan sebesar Rp. 20.000,- Ya Gusti, Engkau selalu memberikan jalan keluar yang tak pernah siapapun rencanakan.

Dalam detik-detik sang saudara menuju pesawat, dia masih bisa mengabarkan/memberi kontak nomor HP beliau. Saya pun menelepon-nya untuk sekedar mengucapkan terimakasih atas pertolongannya. Melalui beberapa SMS yang saya terima sesudahnya, saya sudah merasakan betul keikhlasan beliau menolong telah banyak membantu (Bila Ibu “ES” membaca tulisan ini, sudilah menerima haturan terimakasih dari keluarga kami sekali lagi).

Ini moral ceritanya:

  1. Masih banyak orang baik yang dihadirkan Tuhan di sekitar kita.
  2. Di atas segala perencanaan manusia, perencanaan Tuhan yang paling digdaya.
  3. Jangan tranfer pakai BCA di atas jam 9, karena sampainya biasanya lama (wekekeke, yang ini becanda).
  4. Jadilah orang-orang baik, dan blogger yang baik pula (supaya nggak kena denda dari implementasi UU ITE he he)

Itu saja, sekaligus info, saya sedang menulis cerita bersambung tentang “orang-orang baik yang tak pernah saya jumpai” dalam posting berikutnya. Tunggu aja

Tidur dulu ya

Seri 1 : Orang-orang Baik yang Tak Pernah Saya Jumpai

Comments

H shalimow H shalimow on 11 April, 2008 at 8:11 am #

yo perjalanan hidup kita memang sering menemui keajaiaban tanggan Tuhan, maka serin2lah baca yaa latif karena pertolonganya begitu lembut bagai butiran udara


yoyok yoyok on 11 April, 2008 at 8:25 am #

sip, pul


mr.ubluk mr.ubluk on 11 April, 2008 at 11:28 am #

Jadi teringat cerita tentang antena di kontrakan candi panggung. Hi3x

Jika merujuk teori capra, mungkin segala keajaiban di dunia tetap ada keterkaitan dengan gerak nafas di dimensi ruang/waktu yang lain, meski Tuhan bisa melakukan segalanya dengan mantra kun fayakun. Amal kebaikan AY, sang saudara vankojo, mungkin menjadi causa awal sehingga keajaiban terjadi. Atau bisa jadi karena di tempat yang sama sang vankojo tengah menyumbangkan hasil judinya ke ribuan masjid di Jawa Timur. Dari sini moral cerita poin ke empat perlu menjadi refleksi. Menjadi orang baik bukan hanya untuk kebutuhan orang lain, atau untuk membuat tuhan jatuh cinta kepada kita. Berbuat baik dan menjadi orang baik juga akan menciptakan banyak keajaiban, yang keajaiban itu slah satunya akan memberi manfaat kepada kita dan kepada orang-orang yang kita sayangi.
Mat jalan AZ, good luck.
Dan met menyumbang masjid buat vankojo


Vankojo Vankojo on 11 April, 2008 at 11:50 am #

Judi?


happy happy on 11 April, 2008 at 12:59 pm #

halah mas…mas..kayak ga ngerti dia aja. Sodaramu itu emang pasti bisa lolos buat hal-hal kecil kayak gitu hahaha…sayangnya, ga dicritain gimana sang sodara “merayu” si Ibu “es” itu xixixi…


Ronald Ronald on 11 April, 2008 at 1:13 pm #

TERIMA KASIH, TELAH MENGINGATKAN SAYA ronald j warsa. BAHWA ALLAH, ADA BERSAMA ORANG2 YANG BERJUANG SERTA BERIKHTIAR UNTUK MENGAMALKAN SEGALA APA YANG ADA PADA DIRINYA


nunur h nunur h on 11 April, 2008 at 1:19 pm #

rasanya pingin nangis mas, terharu..jadi semakin percaya bahwa karma itu memang ada.


Fairouz H. Fairouz H. on 11 April, 2008 at 3:53 pm #

Ekspresi saya ketika membaca tulisan ini:

1. Tertawa, karena saya melihat kekonyolan sahabat yazid. bayangkan saja, masa’ gara-gara uang 20 ribu doi mengurungkan kepergiannya ke luar negeri sana. apalagi kabar kepergiannya sudah tersebar kemana-mana. trus saya juga yakin kabar itu tengah membahagiakan orang-orang terdekatnya. capek deh…
2. Bersyukur, karena ternyata ada juga manusia seperti ibu ‘ES’ yang berlagak kayak peri penolong di sinetron bawang putih dan bawang merah. sehingga kakanda menyebut peristiwa tersebut sebagai keajaiban yang datang dari tuhan. (jangan-jangan itu memang peri penolong yang dari kayangan sana..hehe)
3. sadar, bahwa ternyata tekhnologi pun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa dibatasi dengan waktu. artinya, manusi (bu ‘ES’) tetap menjadi pemenang dalam cerita di atas.
4. teringat, dalam keadaan terdesak ternyata yazid berani juga menelepon kakandanya untuk membantu kesulitan yang ia hadapi. setahu saya dia kan jarang betul komunikasi dengan kakanda ini.
5. senang sekali, karena dengan bergabungnya di Ave com, ternyata saya tidak hanya dapat mengembangkan diri. tapi juga ada orang baik seperti mas ipul yang mengingatkan saya untuk meningkatkan ke-imanan terhadap sang khalik. thx maha guru…. :)


jimmy jimmy on 11 April, 2008 at 4:56 pm #

wah bener2 gak nyangka si sibu itu baik sekali.. sama orang yang kenal pula.. salut!


Reza Reza on 12 April, 2008 at 10:57 am #

Alhamdulillah, kawan kita yang satunya ini memang selalu bikin kejutan. Jika ada 10 orang dilepaskan di hutan mungkin hanya kawan kita ini yang mampu bertahan. Tak ada angin dan hujan tiba-tiba beliau bisa ngelencer ke Afgan. Subhananllah


Christian Music Christian Music on 12 April, 2008 at 9:03 pm #

Yup… setubuh saya sama Mas :D
Orang sabar disayang Tuhan.


Any R Any R on 14 April, 2008 at 12:53 pm #

Hanya ada satu kata untuk kawan kita itu, “He is the great man”. Ia layak atas apa yang ia dapat sekarang. Dan Tuhan menghargai itu dalam berbagai bentuk. Termasuk kejadian itu.


king king on 14 April, 2008 at 5:29 pm #

1. Cute
2. Confidence
3. Super Cute
4. Super Confidance

GOD NEVER SLEEP

nantikan komentar berikutnya,,,


Web Hot Web Hot on 15 April, 2008 at 9:43 am #

Ya Go Never Sleep. Kalau elo sih tidur melulu


shadow shadow on 12 May, 2008 at 6:30 am #

gue cinta islam bro bagi buku dong!!!


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: